Suhu Panas Mendidih, Lakukan Ini agar Anak Tak Mudah Sakit

Suhu Panas Mendidih, Lakukan Ini agar Anak Tak Mudah Sakit

JakartaBeberapa waktu belakangan ini, sebagian besar wilayah dalam tempat Indonesia dilanda cuaca panas juga terik akibat musim kemarau.

Terbaru, Badan Meteorologi Klimatologi juga Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Kertajati, Majalengka, Jawa Barat adalah kota terpanas di dalam tempat Indonesia dengan catatan suhu tertinggi 38,7 derajat Celsius per Selasa (10/10/2023) pagi.

Menurut prediksi BMKG, cuaca panas dan juga juga terik di dalam area beberapa wilayah masih dapat berlangsung selama Oktober 2023.

Berkaitan dengan hal tersebut, dokter sekaligus epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengungkapkan bahwa cuaca panas berisiko tinggi terhadap dua kelompok, yakni anak-anak serta lanjut usia (lansia).

“Gelombang panas atau heat waves dan cuaca panas atau hot weather bisa memberikan dampak signifikan juga buruk terhadap kesehatan, terutama pada kelompok yang digunakan rawan (anak-anak serta lansia),” ujar Prof. Dicky kepada CNBC Indonesia, Senin (9/10/2023).

Warga berjalan pada sekitar Halte Tosari saat Hari Kulminasi Utama yang dimaksud mana jatuh pada pukul 11.40 WIB dalam Jakarta, Senin (9/10/2023). Hari Kulminasi Utama atau fenomena Hari Tanpa Bayang merupakan posisi dimana matahari berada pada posisi tertinggi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Suhu panas di tempat tempat Jakarta (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

 

“Kelompok rawan ini umumnya sangat sensitif terhadap suhu panas ekstrem akibat kondisi fisiologis yang digunakan dimaksud berbeda dengan manusia pada umumnya, misalnya dewasa muda,” imbuhnya.

Prof. Dicky mengatakan, anak-anak serta lansia miliki kemampuan yang tersebut digunakan terbatas dalam beradaptasi dengan perubahan temperatur. Akibatnya, dua kelompok itu rentan terhadap penyakit.

Sebagai contoh, anak-anak adalah kelompok yang tersebut digunakan paling rentan mengalami dehidrasi sebab miliki metabolic rate atau metabolisme tubuh untuk memproses energi yang tersebut mana lebih tinggi besar tinggi daripada orang dewasa muda.

“Selain itu, anak-anak juga mempunyai kapasitas yang hal tersebut tambahan tinggi rendah untuk meregulasi suhu tubuh. Kemudian, selama mengalami dampak atau suhu cuaca panas mereka itu itu dapat sekadar sangat cepat kehilangan cairan,” jelas Prof. Dicky.

Selain dehidrasi, Prof. Dicky juga mengatakan bahwa anak-anak rentan mengalami heat stroke atau peningkatan suhu tubuh secara ekstrem kemudian mendadak akibat cuaca panas.

Ia mengatakan, heat stroke tambahan lanjut rentan terjadi pada anak-anak oleh sebab itu sistem pengaturan suhu dalam dalam tubuh masih belum terbentuk dengan sempurna.

“Masalah ketiga [akibat cuaca panas] adalah permasalahan saluran napas. Suhu cuaca panas itu menyokong timbulnya perburukan infeksi atau penyakit saluran napas pada anak,” kata Prof. Dicky.

“Apalagi ditambah dengan buruknya kualitas udara yang digunakan seringkali dikaitkan dengan gelombang panas yang mana itu dapat menyebabkan semakin memburuknya kualitas udara,” lanjutnya.

Terakhir, risiko yang mana mana mengintai anak-anak akibat cuaca panas adalah penyakit infeksi akibat nyamuk atau kutu. Menurut Prof. Dicky, cuaca panas adalah situasi yang digunakan membantu proses perkembangbiakan hewan-hewan penyebab penyakit tersebut.

Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari dalam kawasan Jembatan Pinisi dalam halte busway Karet, Jakarta, Rabu (27/9/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Pejalan kaki menggunakan payung untuk menghindari terik matahari dalam dalam kawasan Jembatan Pinisi pada halte busway Karet, Jakarta, Rabu (27/9/2023). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Panas itu akan memfasilitasi proliferasi dari penyakit faktor, seperti nyamuk ataupun kutu. Jadi meningkat akibat mereka itu masa berkembang biaknya menjadi tambahan terlibat juga lebih lanjut tinggi panjang,” jelas Profesor dalam bidang global health security itu.

“Nah, ini juga akhirnya meningkatkan risiko pada anak. Apalagi nyamuk atau kutu ini, kan, pada area Indonesia menjadi satu kondisi yang digunakan hal tersebut lazim ditemui,” lanjut Prof. Dicky.

Menurut Prof. Dicky, ada sebagian hal yang tersebut digunakan harus diimplementasikan oleh orang tua untuk menghindari risiko penyakit pada anak akibat cuaca panas, yakni.

  1. Pastikan anak rajin mengonsumsi air mineral meskipun bukan ada dalam keadaan haus

  2. Upayakan anak untuk selalu berada di area dalam dalam ruangan yang tersebut digunakan sejuk

  3. Kurangi waktu beraktivitas anak dalam tempat luar ruangan

  4. Jika beraktivitas dalam luar ruangan, pastikan anak menggunakan pelindung tambahan (topi, payung, kemudian kacamata hitam)

  5. Gunakan pakaian yang dimaksud nyaman, tidaklah ketat, serta juga berwarna putih

  6. Pastikan anak untuk selalu menggunakan tabir surya (sunscreen)

“Pastikan anak menggunakan pakaian yang mana mana sesuai kemudian bukan menyerap panas. Biasanya, anak disarankan untuk memakai baju berwarna putih juga tiada ketat agar tetap nyaman beraktivitas,” ujar Prof. Dicky.

“Kemudian, ya, tentu kurangi aktivitas anak dalam luar ruangan. Terutama dalam masa puncak panas, yakni antara jam 10.00 pagi hingga 16.00,” tegasnya.


Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *