Jakarta – Jaket atau celana jeans adalah jenis pakaian yang hal itu tak lekang zaman sebab mudah dipadu padankan dengan pakaian lain. Namun, cara perawatan pakaian berbahan jeans masih mengundang perdebatan.
Umumnya, sebagian besar pakaian harus dicuci setelah beberapa kali pemakaian. Namun, hal ini tidaklah berlaku bagi pakaian berbahan jeans. Sebagian besar orang menyebutkan bahwa pakaian jeans tak boleh sering dicuci, namun ada juga yang digunakan mengatakan bahwa jeans tak boleh dicuci identik sekali. Mana yang mana hal itu benar?
Melansir dari CNBC Make It, CEO Levi Strauss (Levi’s), Charles Bergh, mengatakan bahwa anggapan tak boleh mencuci jeans adalah hal keliru. Justru, ia mengungkapkan beberapa cara khusus untuk mencuci jeans demi menjaga kualitas, salah satunya adalah tak menggunakan mesin cuci.
“Saya tak pernah mengatakan “Jangan mencuci jeans Anda”. Apa yang digunakan dimaksud saya lakukan adalah jangan mencuci jeans dengan mesin cuci,” kata Bergh, dikutip Jumat (13/10/2023).
Bergh mengatakan bahwa kebersihan adalah hal utama. Maka dari itu, ia bukan akan membiarkan jeans miliknya kotor meskipun para pecinta jeans sering mengatakan bahwa mencuci jeans atau denim dapat mempengaruhi bentuk juga warna.
Bahkan, Bergh akan tetap mencuci jeans-nya meskipun para pecinta denim mengatakan hal itu bisa saja sekadar menimbulkan jeans cepat rusak oleh sebab itu serat yang mana mana terkikis. Namun, hal itu dilaksanakan dengan cara khusus.
“Jika saya menumpahkan saus kari di area tempat jeans, saya hanya saja hanya akan membersihkannya di area area bagian tumpahan tersebut. Jika jeans saya benar-benar kotor, seperti setelah saya berkeringat, saya akan mencucinya di dalam area kamar mandi,” ujar Bergh.
Menurut Bergh, cara terbaik untuk mencuci pakaian jeans adalah membersihkannya dengan sabun mandi semata-mata di dalam area bagian yang mana itu kotor. Bukan seluruh permukaan pakaian, apalagi menggunakan mesin cuci.
Bergh mengungkapkan, mencuci jeans adalah bagian besar dari jejak karbon pakaian. Selain itu, mesin cuci menggunakan banyak air sehingga berpotensi merusak lingkungan. Pendapat ini ia ungkapkan setelah beberapa orang ahli mengemukakan bahwa jarang mencuci baju dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan.

