Mobil Listrik Konsep Suzuki eWX, Masa Depan Karimun Wagon R?

Mobil Listrik Konsep Suzuki eWX, Masa Depan Karimun Wagon R?

 Wagon R sudah pensiun di dalam dalam Indonesia, namun mobil kotak ini masih dijual pada beberapa negara lain termasuk India. Masa depan mobil ini kemungkinan berlanjut menjadi mobil listrik berbasis mobil konsep eWX.

eWX diperkenalkan secara online oleh Suzuki pada pekan lalu bareng mobil konsep lainnya yaitu eVX juga Every. Sejauh ini hanya saja semata satu foto eWX yang dimaksud digunakan ditunjukkan Suzuki, sedangkan wujud seutuhnya calon dipamerkan dalam Tokyo Mobility Show yang tersebut digunakan akan berlangsung akhir bulan ini.

Berdasarkan foto itu tampak eWX punya desain boxy. Pilar A, B kemudian C tegak lurus mengingatkan pada desain Karimun Wagon R.

Ukuran bodinya disebut Suzuki panjang 3,39 meter, lebar 1,47 meter kemudian tinggi 1,62 meter. Pada dasarnya mobil ini adalah kei car.

Pada wajahnya terlihat tertutup, ada panel yang mana digunakan tertempel logo Suzuki dengan lampu LED pada kedua tepinya. Ciri khas ini menunjukkan bahwa mobil ini bertenaga listrik yang yang tak butuh jalur udara besar seperti mobil bermesin konvensional.

eWX juga dihiasi aksentuasi di area dalam banyak bagian seperti pada bumper bawah, bingkai kaca samping kemudian pelek.

Sejauh ini Suzuki masih tertutup tentang spesifikasi mobil ini, termasuk mengenai elemen penyimpan daya yang mana digunakan digunakan, fitur serta interiornya.

Meski begitu Suzuki mengklaim eWX dapat dikemudikan hingga 230 km menggunakan elemen penyimpan daya dicas penuh. Perkiraan akumulator yang dimaksud digunakan dipakai antara 40-60 kWh.

Terakhir kali Suzuki memproduksi serta mengirimkan Karimun Wagon R pada Indonesia adalah sebagai model Low Cost Green Car (LCGC), namun kedua hal itu dihentikan pada 2021. Keputusan ini salah satunya dilandasi berakhirnya keistimewaan LCGC yang tak dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Pemerintah memutuskan mobil-mobil LCGC mulai dikenakan PPnBM sejak 2022. 

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *